Selasa, 26 Januari 2010

7 golongan yang mendapat naungan Allah di padang mahsyar


Padang Mahsyar merupakan tempat pengadilan. Allah akan mengadili dan memutuskan segala urusan dan perkara setiap hamba-hamba-Nya, baik itu berkaitan dengan hak Rabb-nya, orang lain, ataupun dirinya sendiri. Hari itu merupakan hari yang amat mengerikan dan menakutkan sehingga semua makhluk tunduk dan pasrah kepada Sang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Allah Rabb alam semesta.

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar”.(QS.An-Naba’: 38)

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jatsiyah: 28)

Belum lagi matahari didekatkan dengan sedekat-dekatnya. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, Ketika itulah para hamba menunggu dan mengharapkan perlindungan dan naungan dari Rabb-nya.

Nabi Sallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut kepada Allah", seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya." (HR Bukhari)

1. Pemimpin Yang Adil.

Rasulullah Sallahu 'alaihi wassalam bersabda:
إِنَّ أَحَبَّ الْعِبَادِ اِلَى اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ اِلَيْهِ مَجْلِسًا اِمَامٌ عَادِلٌ

Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah ta’ala pada hari kiamat dan tempat duduk mereka dekat dengan-Nya adalah imam (pemimpin) yang adil (HR. Tirmdizi).

Manakala seseorang telah dicintai Allah, niscaya Allah akan melindunginya, baik di dunia maupun di akhirat.

2. Pemuda Yang Selalu Beribadah.

Allah azza wa jalla berfirman: Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk (QS Al Kahfi [18]:13).

3. Orang Yang Terikat Dengan Masjid.

Rasulullah sallahu a'lahi wassalam bersabda:

اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْالَهُ بِالاِيْمَانِ.

Jika engkau melihat seorang laki- laki mondar mandir ke masjid , maka saksikanlah bahwa dia memiliki iman yang baik. (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

4. Orang Yang Cinta Karena Allah.

Cinta dan benci karena Allah merupakan tali keimanann yang paling kuat, karena itu orang yang mencintai dan benci karena Allah akan memperoleh perlindungan dari-Nya, Rasulullah sallahu 'alahi wassalam bersabda:

أَوْثَقَ عُرَى اْلاِيْمَانِ اَلْحُبُّ فِى اللهِ وَالْبُغْضُ فِى اللهِ

Paling kuat tali hubungan keimanan adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah (HR. Thabrani).

5. Orang Yang Menjauhi Zina.

Allah azza jalla berfirman :
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman (QS An Nur [24]:2).

Manakala seorang muslim mampu menjaga dirinya dari melakukan perzinahan, maka ia berarti mampu menjaga citra atau kemuliaan dirinya sehingga Allah akan memnberikannya perlindungan pada saat yang pasti dibutuhkan dalam kehidupan di akhirat nanti.

6. Orang Yang Ikhlas.

Allah azza wa jalla berfirman : Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka” (QS Al Hijr [15]:39-40).

Oleh karena itu, bila beramal yang shaleh, maka seorang muslim harus melakukannya dengan keikhlasan yang memang amat ditekankan di dalam Islam sehingga orang yang ikhlas akan mendapatkan perlindungan dari Allah swt.

7. Orang Yang Selalu Berdzikir.

Dzikir adalah ingat kepada Allah dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, bahkan dimanapun seseorang berada. Manakala seseorang selalu ingat kepada Allah, maka iapun tidak akan mengabaikan ketentuan Allah swt dalam menjalani kehidupan ini. Karena dzikir menjadi sangat penting bagi manusia, maka kepada orang yang beriman, Allah memerintahkan mereka agar banyak melakukannya, bahkan inilah satu-satunya perintah Allah yang menggunakan kata katsira atau banyak sebagaimana firman-Nya:

يَآأيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا

Hai orang yang beriman, berdzikirlah kamu kepada Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya (QS Al Ahzab [33]:41).

Dalam kehidupan di dunia, orang yang banyak berdzikir akan menjadi tenang dan ketenangan itupun akan diperolehnya dalam kehidupan akhirat karena Allah memberikan jaminan perlindungan untuknya.

Semoga kita semua termasuk dalam 7 golongan yang mendapat naungan Allah azza wa jalla di padang mahsyar nanti, saat dimana kita akan di adili atas apa yang telah kita perbuat waktu di dunia. Saat dimana matahari akan didekatkan sedekat-dekatnya dengan kepala kita semua. Sungguh dahsyatnya keadaan saat itu....
ya Allah berikanlah kami naungan-MU, selamatkanlah kami dari adzab kubur dan adzab neraka, masukkanlah kami dalam golongan kanan, golongan orang2 yg Engkau selamatkan dan Engkau beri nikmat dalam surga-MU.... Allahumma amiiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar